الاثنين، 7 يناير 2013

Ejaan dan Tanda Baca



TUGAS  BAHASA INDONESIA

“ EJAAN DAN TANDA BACA ”


 




     Oleh :
 Kelompok 3 
v    MARDIN ALI HILMAN
                                                      12020102012
v    RACHMADANI
                               12020102017
v    ASRIYANI TUNGGA
                               12020102014


                           STAIN SULTAN QAIMUDDIN KENDARI
2012/2013


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT  yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada hamba-Nya, khususnya bagi kami yang telah mampu menyelesaikan  Makalah Bahasa Indonesia yang berjudul “Ejaan dan Tanda Baca”.
Selain itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak yang telah memberikan dorongan dan motivasi kepada kami sehingga Makalah ini dapat selesai. Di sini kami ingin menyampaikan, jika seandainya dalam penulisan Makalah ini terdapat hal–hal yang tidak sesuai dengan harapan. Maka kami sebagai penulis dengan senang hati menerima masukan, kritikan, dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan tugas ini. Semoga apa yang kami paparkan dalam Makalah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi pembaca. Amien.



Kendari, 13 September 2012

Kelompok 3


i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................     i
DAFTAR ISI.........................................................................................     ii
BAB I   PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang...............................................................................     iii
1.2      Rumusan Masalah..........................................................................     iii
1.3      Tujuan.............................................................................................     iii
1.4      Manfaat...........................................................................................     iii

BAB II  PEMBAHASAN
2.1  Ejaan Bahasa Indonesia.................................................................     1
2.2  Tanda Baca.....................................................................................     5

BAB III  PENUTUP                                                                      
3.1      Kesimpulan....................................................................................     14
3.2       Saran..............................................................................................     14


DAFTAR PUSTAKA...........................................................................     15


ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang
                           Belum adanya pemahaman terhadap Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sehingga, seringkali mengakibatkan terjadinya kesalahan penggunaan bahasa baik lisan maupun tulisan. Begitu pula, penggunaan tanda-tanda baca dalam kalimat saat menulis.
1.2       Rumusan Masalah
a.        Apa pengertian Ejaan dan Tanda Baca?
b.       Bagaimana  penggunaan Tanda Baca dalam kalimat?
1.3       Tujuan
a.    Untuk mengetahui pengertian Ejaan dan Tanda Baca.
b.    Untuk mengetahui cara penggunaan Tanda Baca dalam kalimat.
1.4    Manfaat
                           Penulis mengharapkan agar makalah ini dapat bermanfaat untuk pembaca. Sehingga, pembaca dapat menulis dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah EYD, terutama sistem ejaan dan tanda-tanda baca dalam penulisan kalimat agar tidak terjadi kekeliruan lagi.




iii
       BAB II
PEMBAHASAN

2.1   Ejaan Bahasa Indonesia
                   Pada hakikatnya ejaan itu tidak lain dari konvensi grafis, perjanjian di antara anggota masyarakat pemakai suatu bahasa untuk menuliskan bahasanya.1 Bunyi bahasa yang seharusnya diucapkan diganti dengan huruf-huruf dan lambang-lambang lainnya. Selain itu ejaan juga mengatur cara penulisan kata dan penulisan kalimat, beserta dengan tanda-tanda bacanya.
                   Ejaan bahasa Indonesia yang berlaku saat ini disebut Ejaan Yang Disempurnakan atau lebih kita kenal dengan EYD. Huruf-huruf yang digunakan adalah huruf latin, yakni huruf (alfabet) yang digunakan juga oleh sebagian besar bangsa didunia ini untuk menuliskan bahasa mereka.
Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu:
1.       Aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad.
2.       Aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis.
3.       Aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca.
                     Walaupun alfabet yang digunakan sama, tetapi sistem penggunaan huruf-huruf itu tidak sama antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain. Adapun sistem ejaan bahasa Indonesia, yaitu :
Ø  Huruf dan Namanya
Dalam bahasa Indonesia huruf terdiri dari 26 buah. Huruf a, i, u, e, dan o disebut huruf vokal.

Sedangkan huruf selain dari itu, disebut huruf konsonan.
Ø  Penggunaan Huruf
Huruf yang ada dalam alfabet latin hanya 26 buah, sedangkan jumlah fonem bahasa Indonesia 28 buah.
Oleh karena itu, ada sebuah huruf ada sebuah yang digunakan untuk melambangkan dua buah fonem yang berbeda; dan ada juga digunakan gabungan dua buah huruf untuk melambangkan sebuah fonem.
Ø  Penggunaan Huruf Vokal
Huruf vokal digunakan untuk melambangkan fonem vokal.
Ø  Penggunaan Huruf Konsonan
Huruf-huruf konsonan digunakan untuk melambangkan fonem-fonem konsonan.
Ø  Penggunaan Huruf Kapital
·        Sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
·        Sebagai huruf pertama kata yang berkenaan dengan agama, kitab suci, dan nama Tuhan termasuk kata gantinya.
·        Sebagai huruf pertama kata pada petikan langsung.
·        Sebagai huruf pertama kata yang menyatakan gelar kehormatan, gelar keagamaan, gelar keturunan, yang diikuti dengan nama orang.
·        Sebagai huruf pertama nama jabatan atau pangkat yang diikuti nama orang.
·        Sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.
·        Sebagai huruf pertama kata yang menyatakan nama bangsa, nama suku, atau nama  bahasa.
·        Sebagai huruf pertama nama tahun, nama bulan, nama hari, nama hari raya, dan nama peristiwa sejarah.
·        Sebagai huruf pertama kata yang menyatakan nama dalam geografi.

2
Ø  Penggunaan huruf kecil
Huruf kecil digunakan pada posisi-posisi yang tidak menggunakan huruf besar.
Ø  Penggunaan huruf miring
Huruf miring digunakan dalam cetakan. Dalam tulisan tangan atau ketikan yang akan di cetak miring, di beri garis bawah tunggal.
Ø  Penggunaan huruf tebal
Huruf tebal digunakan dalam cetakan. Dalam tulisan tangan atau ketikan yang akan dicetak tebal, di beri garis bawah ganda.
Ø  Penulisan kata dasar
Kata dasar yaitu kata yang belum di beri imbuhan atau belum mengalami proses morfologi lainnya, ditulis sebagai satu kesatuan, terlepas dari kesatuan yang lainnya.
Ø  Penulisan kata berimbuhan
Kata berimbuhan yaitu kata yang dibentuk dari kata dasar atau bentuk dasar dengan imbuhan (awalan, sisipan, atau akhiran).
Ø  Penulisan kata gabung
Kata gabung atau gabungan kata adalah bentuk yang terdiri dari dua buah kata atau lebih.
Ø  Penulisan kata ulang
Kata ulang adalah sebuah bentuk sebagaimana hasil dari mengulang sebuah kata dasar atau sebuah bentuk dasar.
Ø  Penulisan kata ganti klitik
Kata ganti klitik adalah kata ganti yang disingkat seperti ku, kau, mu dan nya. Yang ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.



3
Ø  Penulisan kata depan
Kata depan adalah kata-kata yang biasanya menjadi penghubung antara predikat dengan objek atau keterangan, lazimnya berada di depan sebuah kata benda.
Ø  Penulisan kata sandang
Kata sandang si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Ø  Penulisan Partikel
Ø  Penulisan singkatan kata
Penulisan singkatan kata dilakukan dengan cara :
·        Hanya menuliskan dan juga mengucapkan huruf pertama saja dari unsur kata-kata yang disingkat itu.
·        Hanya menuliskan beberapa huruf saja dari kata atau kata-kata yang disingkat.
·        Hanya menuliskan suku-suku kata tertentu saja dari kata-kata atau unsur kata-kata yang disingkat.
Ø  Pemenggalan kata dasar, dipenggal dengan aturan:
·     Kalau di tengah kata dasar ada dua huruf vokal, maka penggalan dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.
·     Kalau di tengah kata dasar ada huruf konsonan di antara dua huruf vokal, maka  pemenggalan sebelum huruf konsonan itu.
·     Kalau di tengah kata dasar ada dua buah huruf konsonan yang berurutan yang bukan gabungan huruf konsonan, maka pemenggalannya di lakukan di antara kedua huruf konsonan.
·     Kalau di tengah kata dasar ada tiga huruf konsonan atau lebih,maka pemenggalannya  di lakukan di antara konsonan yang pertama, termaksud gabungan huruf konsonan, dengan huruf yang kedua.

4
Ø  Pemenggalan kata berimbuhan, dipenggal  dengan aturan :
·     Imbuhan, termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk, dan partikel (seperti kah dan lah) yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya,  dalam pemenggalan kata dipisahkan sebagai satu kesatuan.
·     Imbuhan sisipan, yaitu el,em, dan er dalam pemenggalan tidak diperhitungkan sebagai satu kesatuan, melainkan sebagai bagian dari kata.
Ø  Pemenggalan kata kompleks, dipenggal dengan aturan :
        Jika sebuah kata terdiri lebih dari sebuah unsur (kata kompleks) dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain, maka pemenggalannya dilakukan dengan dua tahap.
·     Pertama, diantara unsur-unsur itu.
·     Kedua, diantara suku-suku kata pada masing-masing unsur sesuai dengan kaidah yang disebutkan diatas.

2.2     Tanda Baca
Tanda baca adalah tanda-tanda yang digunakan di dalam bahasa tulis agar kalimat-kalimat yang kita tulis dapat dipahami orang persis seperti apa yang kita maksudkan.2
     Tanda baca yang sering digunakan adalah sebagai berikut :
1.)    Tanda baca titik ( . ), digunakan ;
Ø  Pada akhir kalimat yang bukan kalimat seru atau kalimat tanya,     misalnya :



 
             2 Ibid, hlm. 71-72                                                                                                                                                                  5
·      Nyonya Santi telah tiada.
·      Dian akan berangkat ke Australia hari ini.
Ø  Pada akhir singkatan nama orang, misalnya :
·     R.A. Kartini
·     Muh. Fadly
Ø  Pada akhir singkatan kata yang menyatakan gelar, jabatan, pangkat, atau sapaan. Contohnya :
·        Prof.                       Profesor
·        Ny.                         Nyonya
Ø  Pada singkatan kata atau singkatan ungkapan yang sudah lazim, misalnya :
·        dkk.                        dan kawan-kawan
·        yth.                         yang terhormat
Ø  Dibelakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar. Contohnya :
1.  Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
1.2  Masalah dan Ruang Lingkup
1.3  Tujuan
1.4  Metode
1.5   …………………
Ø  Untuk memisahkan angka, jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu. Contohnya :



6
·        Pukul 1.30.05
·        Pukul 14.25.08
Ø  Untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya yang menunjukkan jumlah.
·        Pemenang pertama mendapatkan hadiah Rp. 120.000.000,00.
·        Bak itu dapat menampung 18.250.000 m3  air.
2.)   Tanda titik dua ( : ), digunakan ;
Ø  Pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti oleh suatu pemerian, misalnya :
·        STAIN Kendari memiliki 3 jurusan, yaitu : Syariah, Tarbiyah, dan Dakwah.
·        Di pasar ibu membeli beberapa kebutuhan, diantaranya : beras, gula, garam, dan ikan.
Ø  Sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian, misalnya :
·        Ketua           : Syuaib
Sekertaris     : Rachma
Bendahara   : Dinan
·        Hari/Tanggal          : Minggu, 11 september 2012
Tempat                   : Gedung Auditorium STAIN Kendari
Acara            : Pembentukan panitia OPAK
Ø  Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan, misalnya :
·       Nenek  : Sudah makan dulu sana, ada ayam goreng special tuh!!    
·        Cucu    : ok nek.. heheheee.
Ø  Di antara jilid atau nomor halaman, misalnya :
Tempo, 1/1995/, 35:8
Ø  Di antara bab dan ayat dalam kitab suci, misalnya :
7
Surah Yasin         : 56
Ø  Di antara judul dan anak judul suatu karangan, dan diantara nama penerbit dengan kota tempat penerbitan. Contohnya :
·        Drs. M. Ramlan, Morfologi: Suatu Tinjauan
·        Deskriptif, CV Karyono: Yogyakarta
3.)   Tanda titik koma ( ; ), digunakan ;
Ø  Untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara,  misalnya :
Malam makin larut; pekerjaan kami belum selesai juga.
Ø  Untuk memisahkan kalimat uang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung, misalnya :
Ayah membaca Koran di teras rumah; ibu sibuk di dapur; saya sendiri sedang mendengarkan music di kamar.
4.)   Tanda koma ( , ), digunakan ;
Ø  Di antara unsur-unsur dalam suatu pemerian atau pembilangan, misalnya :
·        Dicky membawa bola, sepatu, dan kaos kaki.
·        Satu, dua, tiga..... loncat!!!
Ø  Untuk memisahkan bagian-bagian kalimat majemuk setara yang dihubungkan dengan kata penghubung yang menyatakan pertentangan seperti tetapi dan sedangkan. Contohnya :
·        Saya ingin pergi ke Mall, tetapi tidak punya uang.
·        Saya sedang menyapu, sedangkan adik saya sedang asyik main game.
Ø  Untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. Contohnya :
·        Kalau dia datang, saya tidak akan pergi.
8
·        Karena sibuk, dia lupa akan janjinya bertemu denganku.
Ø  Dibelakang kata atau atau ungkapan penghubung antarkalimat, yang terdapat pada awal kalimat. Contohnya :
·        Jadi, kita harus menghargai sesama manusia.
·        Oleh karena itu, kita harus hati-hati.
Ø  Dibelakang kata-kata seru seperti aduh, wah, O, dan lain-lain. Contohnya :
·        Wah, luar biasa!!
·        Aduh, lukaku sakit!!
Ø  Untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat, misalnya :
·        Kata Dian, “aku senang sekali”.
·        “Saya akan pergi sekarang juga”, kata Ali.
Ø  Di muka angka persepuluhan, dan diantara rupiah dengan sen.
·        12,25 cm
·        Rp. 125,50
Ø  Di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya, untuk membedakannya dari singkatan nama keluarga atau marga.      Contohnya :
·        Muh. Fadil, S.H.
·        Ny. Suhartini, S.P
Ø  Untuk mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi, misalnya :
·        Guru saya, Pak Fahmi, rajin sekali.
·        Di daerah kami, Kolaka, masih sering terjadi pencurian.

9
Ø  Di antara : (a) nama dan alamat,  (b) bagian-bagian alamat ,  (c) tempat dan tanggal, dan  (d) nama tempat dan nama wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
·        Sdr. Munadi, Jalan Pemuda 24, Jakarta Timur.
·        Kendari, 21 Februari 1995.
Ø  Untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam Daftar Pustaka. Contohnya:
Siregar, Merari, Azab dan Sengsara. Jakarta, Balai Pustaka, 1954.
Ø  Di antara nama tempat penerbitan, nama penerbitan, dan tahun penerbitan, dalam suatu Daftar Pustaka. Contohnya:
            Poerwadarminta, W.J.S. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta, Balai Pustaka, 1976.
5.)   Tanda Hubung ( - ), digunakan ;
Ø  Untuk menyambung bagian-bagian bentuk ulang dan kata ulang, misalnya :
·        Sia-sia
·        Bolak-balik
Ø  Untuk menyambung suku-suku kata yang terpenggal oleh perpindahan baris, misalnya :
·      ………………………..menerus-
kan pembangunan.
·     ………………………….menja-
ga kebersihan.
Ø  Untuk menyambung bagian-bagian tanggal, misalnya :
·     Saya lahir pada tanggal 21-02-1995
·     17-08-1945 adalah hari proklamasi kemerdekaan

10
Ø  Untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing yang masih dieja secara asing.
·     Meng-upgrade
·     Di-clear-kan
6.)   Tanda Pisah ( − ), digunakan ;
Ø  Untuk membatasi penyisipan kata atau ungkapan yang memberi penjelasan khusus terhadap kalimat yang disisipinya, misalnya :
        Rangkaian penemuan ini−evaluasi, teori, kenisbian, dan juga pembelahan atom−telah mengubah konsep kita tentang alam semesta.
Ø  Di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti ‘sampai dengan’ atau diantara dua nama kota yang berarti ‘ke’, atau ‘sampai’.
Contohnya :
·     1987−1990
·     Jakarta−Bandung
7.)  Tanda Elipsis (…), digunakan untuk menunjukkan adanya bagian-bagian kalimat yang dihilangkan. Contohnya :
Sebab-sebab kemerosotan… akan diteliti lebih lanjut.
8.)  Tanda Tanya ( ? ), digunakan ;
Ø  Pada akhir kalimat Tanya, misalnya :
·     Siapa namamu?
·     Dimana tempat tinggalmu?
Ø  Untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya (dalam hal ini tanda Tanya itu diapit oleh tanda kurung).
·     Ayahnya bekerja di kantor pos (?)
·     Uangnya sebanyak 15 juta rupiah (?) hilang.
11
7.)      Tanda Seru ( ! ) digunakan sesudah kalimat, ungkapan, atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah, atau yang menyatakan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat. Contohnya :
·     Pergi kau !
·     Merdeka !
8.)         Tanda Kurung, digunakan ;
Ø Untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Ø Untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Ø Untuk mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan, tanpa kurung buka.
9.)           Tanda Kurung Siku( [ ] ), digunakan;
Ø Untuk mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi, atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menjadi isyarat bahwa kesalahan itu memang terdapat di dalam naskah asli.
Ø Untuk mengapit keterangan didalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
10.)      Tanda Petik ( “…” ), digunakan;
Ø Untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan naskah, atau bahan tertulis lain. Kedua pasang tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris.
Ø Untuk mengapit istilah yang masih kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Ø Untuk mengapit judul syair, karangan, dan bab buku, apabila dipakai di dalam kalimat.
11.)      Tanda Petik Tunggal( ‘…’ ), digunakan ;

12
Ø Untuk mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain.
Ø Untuk mengapit terjemahan atau penjelasan kata, atau ungkapan asing.
12.)      Tanda Garis Miring ( / ), digunakan ;
Ø Dalam penomoran kode surat.
Ø Sebagai pengganti kata dan, atau, per, atau nomor pada alamat.
13.)      Tanda Penyingkat, digunakan sebagai tanda adanya penghilangan bagian kata.
14.)      Tanda Ulang, digunakan dalam tulisan cepat, catatan rapat, atau di dalam karangan-karangan atau tulisan-tulisan yang sifatnya tidak resmi.
 







13
BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
ü Ejaan (bahasa Indonesia) merupakan sebuah perjanjian antar anggota masyarakat pemakai suatu bahasa untuk dapat menuliskan bahasanya.
ü Tanda baca adalah tanda-tanda yang biasa digunakan dalam menulis agar  kalimat-kalimat yang kita tulis dapat dipahami oleh pembaca.
3.3      Saran
                            Dalam penulisan makalah ini, kami sadar bahwa masih banyak kekurangan di dalamnya dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun kami harapkan dari pembaca agar ke depannya lebih baik lagi.





14
                                               
DAFTAR PUSTAKA

Chaer, Abdul.2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. (Jakarta: Rineka Cipta).
Mendikbud, Kep.1987. Ejaan Yang Disempurnakan. (Jakarta: Bumi Aksara).
Maulana, Rizky dan Amelia Putri. Kamus Praktis Bahasa Indonesia. (Surabaya: Lima Bintang).





15


[1] Abdul Chaer,Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006) hlm. 36

هناك تعليق واحد: