TUGAS BAHASA INDONESIA
“
PLEONASME ”
![]() |
Oleh :
Kelompok 3 dan 4
Ø
Rachmadani
Ø
Mardin Ali Hilman
Ø
Asriani Tungga
Ø
Mira Jayanti
Ø
Ariyanto Pasari Sarjono
Ø
Yusniar
JURUSAN SYARIAH MUAMMALAH
STAIN SULTAN QAIMUDDIN KENDARI
2012/2013
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya
kepada hamba-Nya,
khususnya bagi kami yang telah mampu menyelesaikan Makalah Bahasa Indonesia yang berjudul “Pleonasme”.
Selain
itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak yang telah memberikan
dorongan dan motivasi kepada kami
sehingga Makalah ini dapat selesai. Di sini kami ingin menyampaikan, jika
seandainya dalam penulisan Makalah ini terdapat hal–hal yang tidak sesuai
dengan harapan. Maka kami sebagai penulis dengan senang hati menerima masukan,
kritikan, dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan
tugas ini. Semoga apa yang kami paparkan dalam Makalah ini dapat bermanfaat,
khususnya bagi pembaca. Amien.
Kendari, 02
November 2012
Kelompok 3 dan 4
i
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.......................................................................... i
DAFTAR
ISI......................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang............................................................................... iii
1.2 Rumusan
Masalah.......................................................................... iii
1.3 Tujuan............................................................................................. iii
1.4 Manfaat........................................................................................... iii
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pleonasme.................................................................... 1
2.2 Kutipan Koran Kendari Ekspres
Edisi
Kamis, 18 Oktober 2012 .................................................... 2
2.3 Analisis Pleonasme dalam Kutipan Koran.................................. 3
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan.................................................................................... 4
3.2 Saran.............................................................................................. 4
DAFTAR
PUSTAKA........................................................................... 5
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Seringkali
terjadi kemubaziran kata-kata (Pleonasme) dalam penulisan kalimat. Namun,
dilihat dari segi pemaknaan pleonasme merupakan majas atau gaya bahasa yang
sering digunakan para penyair sebagai bahasa sastra yang indah karena bernilai
konotasi.
1.2
Rumusan Masalah
a.
Apa pengertian dari Pleonasme?
b.
Apakah dalam berita koran Kendari
Ekspres ada kemubaziran kata-kata (Pleonasme)?
1.3
Tujuan
a.
Untuk Mengetahui pengertian Pleonasme.
b.
Untuk menganalisis Pleonasme dalam
berita Koran Kendari Ekspres.
1.4
Manfaat
Penulis
mengharapkan agar makalah ini dapat bermanfaat untuk pembaca. Sehingga, pembaca
dapat menghindari kemubaziran kata-kata dalam penulisan kalimat agar kedepannya
tidak terjadi lagi kekeliruan.
iii
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Pleonasme
Pleonasme adalah salah
satu majas dalam bahasa Indonesia. Pleonasme merupakan majas yang menambahkan keterangan pada
pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak
dibutuhkan.[1] Menurut KBBI pleonasme adalah
pemakaian kata-kata yang lebih
dari apa yang diperlukan. Sehingga, pleonasme
termasuk dalam kategori majas penegasan. Selain itu, pleonasme merupakan majas
atau gaya bahasa yang sering digunakan para penyair sebagai bahasa sastra yang
indah karena bernilai konotasi.[2]
Contoh kalimat
yang menggunakan majas pleonasme adalah :
· "Dia turun
ke bawah".
o
Jelaslah bahwa seseorang turun pasti ke
bawah.
· "Saya sudah melihat kejadian itu dengan
mata kepala saya sendiri".
o
Jelaslah bahwa seseorang melihat suatu
kejadian pasti menggunakan mata kepalanya
sendiri.
2.2 Kutipan Koran Kendari
Ekspres Edisi Kamis, 18 Oktober 2012

2
2.3 Analisis Pleonasme dalam Kutipan Koran
“Hal itu
dikatakan Kepala Badan Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara (Sultra) Prof.
Hanna Mpd, saat membuka kegiatan festival bahasa, di kantor Bahasa Provinsi
Sultra, Rabu (17/10)”.
Ø Seharusnya,
kata Sultra tidak perlu ditulis karena itu merupakan pemborosan kata. Kata
Sultra sudah merupakan singkatan dari Sulawesi Tenggara. Ini merupakan contoh
dari Pleonasme.
“Kegiatan ini nantinya akan memberikan
pemahaman kepada peserta mengenai urgensi dan pentingnya berbahasa yang baik
dan benar serta bagaimana menggunakan bahasa yang mengikuti kaidah yang
dibakukan atau yang dianggap baku,” katanya.
Ø Seharusnya,
“Kegiatan ini nantinya akan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai
urgensi dan pentingnya berbahasa yang baik dan benar serta bagaimana
menggunakan bahasa yang mengikuti kaidah yang dianggap baku,” katanya.
Pernyataan
yang digarisbawahi (yang dibakukan) sudah memiliki makna yang sama
dengan “yang dianggap baku”.
3
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pleonasme merupakan majas yang
menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan
keterangan yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
3.3
Saran
Dalam penulisan makalah ini, kami sadar bahwa masih banyak
kekurangan di dalamnya dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang bersifat membangun kami harapkan dari pembaca agar ke depannya lebih
baik lagi.
4
DAFTAR
PUSTAKA
Koran Kendari Ekspres
Edisi Kamis, 18 Oktober 2012.
5

ليست هناك تعليقات:
إرسال تعليق