TUGAS BAHASA INDONESIA
“ EJAAN DAN TANDA BACA ”
![]() |
Oleh :
Kelompok 3
v MARDIN ALI HILMAN
12020102012
v RACHMADANI
12020102017
v ASRIYANI TUNGGA
12020102014
STAIN
SULTAN QAIMUDDIN KENDARI
2012/2013
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya
kepada hamba-Nya,
khususnya bagi kami yang telah mampu menyelesaikan Makalah Bahasa Indonesia yang berjudul “Ejaan dan Tanda Baca”.
Selain
itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak yang telah memberikan
dorongan dan motivasi kepada kami
sehingga Makalah ini dapat selesai. Di sini kami ingin menyampaikan, jika
seandainya dalam penulisan Makalah ini terdapat hal–hal yang tidak sesuai
dengan harapan. Maka kami sebagai penulis dengan senang hati menerima masukan,
kritikan, dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan
tugas ini. Semoga apa yang kami paparkan dalam Makalah ini dapat bermanfaat,
khususnya bagi pembaca. Amien.
Kendari, 13
September 2012
Kelompok 3
i
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.......................................................................... i
DAFTAR
ISI......................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang............................................................................... iii
1.2 Rumusan
Masalah.......................................................................... iii
1.3 Tujuan............................................................................................. iii
1.4 Manfaat........................................................................................... iii
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Ejaan Bahasa Indonesia................................................................. 1
2.2 Tanda Baca..................................................................................... 5
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan.................................................................................... 14
3.2 Saran.............................................................................................. 14
DAFTAR
PUSTAKA........................................................................... 15
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Belum adanya
pemahaman terhadap Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) oleh sebagian besar
masyarakat Indonesia sehingga, seringkali mengakibatkan terjadinya kesalahan
penggunaan bahasa baik lisan maupun tulisan. Begitu pula, penggunaan
tanda-tanda baca dalam kalimat saat menulis.
1.2 Rumusan
Masalah
a.
Apa pengertian Ejaan dan Tanda Baca?
b.
Bagaimana penggunaan Tanda Baca dalam kalimat?
1.3 Tujuan
a. Untuk mengetahui pengertian Ejaan dan Tanda Baca.
b. Untuk mengetahui cara penggunaan Tanda Baca
dalam kalimat.
1.4
Manfaat
Penulis mengharapkan
agar makalah ini dapat bermanfaat untuk pembaca. Sehingga, pembaca dapat
menulis dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah EYD, terutama sistem ejaan
dan tanda-tanda baca dalam penulisan kalimat agar tidak terjadi kekeliruan
lagi.
iii
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Ejaan
Bahasa Indonesia
Pada hakikatnya ejaan itu tidak lain
dari konvensi grafis, perjanjian di antara anggota masyarakat pemakai suatu
bahasa untuk menuliskan bahasanya.1
Bunyi bahasa yang seharusnya diucapkan diganti dengan huruf-huruf dan
lambang-lambang lainnya. Selain itu ejaan juga mengatur cara penulisan kata dan
penulisan kalimat, beserta dengan tanda-tanda bacanya.
Ejaan bahasa Indonesia yang berlaku
saat ini disebut Ejaan Yang Disempurnakan atau lebih kita kenal
dengan EYD. Huruf-huruf yang digunakan adalah huruf latin, yakni huruf (alfabet)
yang digunakan juga oleh sebagian besar bangsa didunia ini untuk menuliskan
bahasa mereka.
Ejaan biasanya
memiliki tiga aspek yaitu:
Walaupun
alfabet yang digunakan sama, tetapi sistem penggunaan huruf-huruf itu tidak
sama antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain. Adapun sistem ejaan
bahasa Indonesia, yaitu :
Ø Huruf
dan Namanya
Dalam
bahasa Indonesia huruf terdiri dari 26 buah. Huruf a, i, u, e, dan o disebut
huruf vokal.
Sedangkan
huruf selain dari itu, disebut huruf konsonan.
Ø Penggunaan
Huruf
Huruf
yang ada dalam alfabet latin hanya 26 buah, sedangkan jumlah fonem bahasa
Indonesia 28 buah.
Oleh
karena itu, ada sebuah huruf ada sebuah yang digunakan untuk melambangkan dua
buah fonem yang berbeda; dan ada juga digunakan gabungan dua buah huruf untuk
melambangkan sebuah fonem.
Ø Penggunaan
Huruf Vokal
Huruf
vokal digunakan untuk melambangkan fonem vokal.
Ø Penggunaan
Huruf Konsonan
Huruf-huruf
konsonan digunakan untuk melambangkan fonem-fonem konsonan.
Ø Penggunaan
Huruf Kapital
·
Sebagai huruf pertama kata pada awal
kalimat.
·
Sebagai huruf pertama kata yang
berkenaan dengan agama, kitab suci, dan nama Tuhan termasuk kata gantinya.
·
Sebagai huruf pertama kata pada petikan
langsung.
·
Sebagai huruf pertama kata yang
menyatakan gelar kehormatan, gelar keagamaan, gelar keturunan, yang diikuti
dengan nama orang.
·
Sebagai huruf pertama nama jabatan atau
pangkat yang diikuti nama orang.
·
Sebagai huruf pertama unsur-unsur nama
orang.
·
Sebagai huruf pertama kata yang
menyatakan nama bangsa, nama suku, atau nama
bahasa.
·
Sebagai huruf pertama nama tahun, nama
bulan, nama hari, nama hari raya, dan nama peristiwa sejarah.
·
Sebagai huruf pertama kata yang
menyatakan nama dalam geografi.
2
Ø Penggunaan
huruf kecil
Huruf
kecil digunakan pada posisi-posisi yang tidak menggunakan huruf besar.
Ø Penggunaan
huruf miring
Huruf
miring digunakan dalam cetakan. Dalam tulisan tangan atau ketikan yang akan di
cetak miring, di beri garis bawah tunggal.
Ø Penggunaan
huruf tebal
Huruf
tebal digunakan dalam cetakan. Dalam tulisan tangan atau ketikan yang akan
dicetak tebal, di beri garis bawah ganda.
Ø Penulisan
kata dasar
Kata
dasar yaitu kata yang belum di beri imbuhan atau belum mengalami proses
morfologi lainnya, ditulis sebagai satu kesatuan, terlepas dari kesatuan yang
lainnya.
Ø Penulisan
kata berimbuhan
Kata
berimbuhan yaitu kata yang dibentuk dari kata dasar atau bentuk dasar dengan
imbuhan (awalan, sisipan, atau akhiran).
Ø Penulisan
kata gabung
Kata
gabung atau gabungan kata adalah bentuk yang terdiri dari dua buah kata atau
lebih.
Ø Penulisan
kata ulang
Kata
ulang adalah sebuah bentuk sebagaimana hasil dari mengulang sebuah kata dasar
atau sebuah bentuk dasar.
Ø Penulisan
kata ganti klitik
Kata
ganti klitik adalah kata ganti yang disingkat seperti ku, kau, mu dan nya. Yang ditulis serangkai dengan kata
yang mengikutinya.
3
Ø Penulisan
kata depan
Kata
depan adalah kata-kata yang biasanya menjadi penghubung antara predikat dengan
objek atau keterangan, lazimnya berada di depan sebuah kata benda.
Ø Penulisan
kata sandang
Kata
sandang si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Ø Penulisan
Partikel
Ø Penulisan
singkatan kata
Penulisan
singkatan kata dilakukan dengan cara :
·
Hanya menuliskan dan juga mengucapkan
huruf pertama saja dari unsur kata-kata yang disingkat itu.
·
Hanya menuliskan beberapa huruf saja
dari kata atau kata-kata yang disingkat.
·
Hanya menuliskan suku-suku kata tertentu
saja dari kata-kata atau unsur kata-kata yang disingkat.
Ø Pemenggalan
kata dasar, dipenggal dengan aturan:
·
Kalau di tengah kata dasar ada dua huruf
vokal, maka penggalan dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.
·
Kalau di tengah kata dasar ada huruf
konsonan di antara dua huruf vokal, maka pemenggalan sebelum huruf konsonan itu.
·
Kalau di tengah kata dasar ada dua buah
huruf konsonan yang berurutan yang bukan gabungan huruf konsonan, maka pemenggalannya
di lakukan di antara kedua huruf konsonan.
·
Kalau di tengah kata dasar ada tiga
huruf konsonan atau lebih,maka pemenggalannya
di lakukan di antara konsonan yang pertama, termaksud gabungan huruf
konsonan, dengan huruf yang kedua.
4
Ø Pemenggalan
kata berimbuhan, dipenggal dengan aturan
:
·
Imbuhan, termasuk awalan yang mengalami
perubahan bentuk, dan partikel (seperti kah
dan lah) yang biasanya ditulis
serangkai dengan kata dasarnya, dalam
pemenggalan kata dipisahkan sebagai satu kesatuan.
·
Imbuhan sisipan, yaitu el,em, dan er dalam pemenggalan tidak diperhitungkan sebagai satu kesatuan,
melainkan sebagai bagian dari kata.
Ø Pemenggalan
kata kompleks, dipenggal dengan aturan :
Jika sebuah kata terdiri lebih dari
sebuah unsur (kata kompleks) dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan
unsur lain, maka pemenggalannya dilakukan dengan dua tahap.
·
Pertama, diantara unsur-unsur itu.
·
Kedua, diantara suku-suku kata pada
masing-masing unsur sesuai dengan kaidah yang disebutkan diatas.
2.2 Tanda
Baca
Tanda baca adalah
tanda-tanda yang digunakan di dalam bahasa tulis agar kalimat-kalimat yang kita
tulis dapat dipahami orang persis seperti apa yang kita maksudkan.2
Tanda baca yang sering digunakan adalah
sebagai berikut :
1.) Tanda
baca titik ( . ), digunakan ;
Ø Pada
akhir kalimat yang bukan kalimat seru atau kalimat tanya, misalnya :
2 Ibid, hlm. 71-72 5
· Nyonya
Santi telah tiada.
· Dian
akan berangkat ke Australia hari ini.
Ø Pada
akhir singkatan nama orang, misalnya :
· R.A.
Kartini
· Muh.
Fadly
Ø Pada
akhir singkatan kata yang menyatakan gelar, jabatan, pangkat, atau sapaan.
Contohnya :
·
Prof. Profesor
·
Ny. Nyonya
Ø Pada
singkatan kata atau singkatan ungkapan yang sudah lazim, misalnya :
·
dkk. dan
kawan-kawan
·
yth. yang
terhormat
Ø Dibelakang angka atau huruf dalam suatu
bagan, ikhtisar, atau daftar. Contohnya :
1.
Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang
1.2 Masalah
dan Ruang Lingkup
1.3 Tujuan
1.4 Metode
1.5 …………………
Ø Untuk
memisahkan angka, jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu. Contohnya :
6
·
Pukul 1.30.05
·
Pukul 14.25.08
Ø Untuk
memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya yang menunjukkan jumlah.
·
Pemenang pertama mendapatkan hadiah Rp.
120.000.000,00.
·
Bak itu dapat menampung 18.250.000 m3 air.
2.)
Tanda
titik dua ( : ), digunakan ;
Ø Pada
akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti oleh suatu pemerian, misalnya :
·
STAIN Kendari memiliki 3 jurusan, yaitu
: Syariah, Tarbiyah, dan Dakwah.
·
Di pasar ibu membeli beberapa kebutuhan,
diantaranya : beras, gula, garam, dan ikan.
Ø Sesudah
kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian, misalnya :
·
Ketua :
Syuaib
Sekertaris : Rachma
Bendahara : Dinan
·
Hari/Tanggal : Minggu, 11 september 2012
Tempat : Gedung Auditorium STAIN
Kendari
Acara : Pembentukan panitia OPAK
Ø Dalam
teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan, misalnya :
· Nenek : Sudah makan dulu sana, ada ayam goreng
special tuh!!
·
Cucu :
ok nek.. heheheee.
Ø Di
antara jilid atau nomor halaman, misalnya :
Tempo, 1/1995/, 35:8
Ø Di
antara bab dan ayat dalam kitab suci, misalnya :
7
Surah Yasin : 56
Ø Di
antara judul dan anak judul suatu karangan, dan diantara nama penerbit dengan
kota tempat penerbitan. Contohnya :
·
Drs. M. Ramlan, Morfologi: Suatu
Tinjauan
·
Deskriptif, CV Karyono: Yogyakarta
3.)
Tanda
titik koma ( ; ), digunakan ;
Ø Untuk
memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara, misalnya :
Malam makin larut;
pekerjaan kami belum selesai juga.
Ø Untuk
memisahkan kalimat uang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti
kata penghubung, misalnya :
Ayah membaca Koran di
teras rumah; ibu sibuk di dapur; saya sendiri sedang mendengarkan music di
kamar.
4.)
Tanda
koma ( , ), digunakan ;
Ø Di
antara unsur-unsur dalam suatu pemerian atau pembilangan, misalnya :
·
Dicky membawa bola, sepatu, dan kaos
kaki.
·
Satu, dua, tiga..... loncat!!!
Ø Untuk
memisahkan bagian-bagian kalimat majemuk setara yang dihubungkan dengan kata
penghubung yang menyatakan pertentangan seperti tetapi dan sedangkan.
Contohnya :
·
Saya ingin pergi ke Mall, tetapi tidak
punya uang.
·
Saya sedang menyapu, sedangkan adik saya
sedang asyik main game.
Ø Untuk
memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat itu mendahului
induk kalimatnya. Contohnya :
·
Kalau dia datang, saya tidak akan pergi.
8
·
Karena sibuk, dia lupa akan janjinya
bertemu denganku.
Ø Dibelakang
kata atau atau ungkapan penghubung antarkalimat, yang terdapat pada awal
kalimat. Contohnya :
·
Jadi, kita harus menghargai sesama
manusia.
·
Oleh karena itu, kita harus hati-hati.
Ø Dibelakang
kata-kata seru seperti aduh, wah, O,
dan lain-lain. Contohnya :
·
Wah, luar biasa!!
·
Aduh, lukaku sakit!!
Ø Untuk
memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat, misalnya :
·
Kata Dian, “aku senang sekali”.
·
“Saya akan pergi sekarang juga”, kata
Ali.
Ø Di
muka angka persepuluhan, dan diantara rupiah dengan sen.
·
12,25 cm
·
Rp. 125,50
Ø Di
antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya, untuk membedakannya
dari singkatan nama keluarga atau marga. Contohnya :
·
Muh. Fadil, S.H.
·
Ny. Suhartini, S.P
Ø Untuk
mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi, misalnya :
·
Guru saya, Pak Fahmi, rajin sekali.
·
Di daerah kami, Kolaka, masih sering
terjadi pencurian.
9
Ø Di
antara : (a) nama dan alamat, (b)
bagian-bagian alamat , (c) tempat dan tanggal,
dan (d) nama tempat dan nama wilayah
atau negeri yang ditulis berurutan.
·
Sdr. Munadi, Jalan Pemuda 24, Jakarta
Timur.
·
Kendari, 21 Februari 1995.
Ø Untuk
menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam Daftar Pustaka. Contohnya:
Siregar,
Merari, Azab dan Sengsara. Jakarta,
Balai Pustaka, 1954.
Ø Di
antara nama tempat penerbitan, nama penerbitan, dan tahun penerbitan, dalam
suatu Daftar Pustaka. Contohnya:
Poerwadarminta, W.J.S. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta, Balai Pustaka, 1976.
5.) Tanda Hubung ( - ), digunakan ;
Ø Untuk
menyambung bagian-bagian bentuk ulang dan kata ulang, misalnya :
·
Sia-sia
·
Bolak-balik
Ø Untuk
menyambung suku-suku kata yang terpenggal oleh perpindahan baris, misalnya :
· ………………………..menerus-
kan pembangunan.
· ………………………….menja-
ga kebersihan.
Ø Untuk
menyambung bagian-bagian tanggal, misalnya :
· Saya
lahir pada tanggal 21-02-1995
· 17-08-1945
adalah hari proklamasi kemerdekaan
10
Ø Untuk
merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing yang masih dieja
secara asing.
· Meng-upgrade
· Di-clear-kan
6.) Tanda Pisah ( − ), digunakan ;
Ø Untuk
membatasi penyisipan kata atau ungkapan yang memberi penjelasan khusus terhadap
kalimat yang disisipinya, misalnya :
Rangkaian penemuan ini−evaluasi, teori,
kenisbian, dan juga pembelahan atom−telah mengubah konsep kita tentang alam
semesta.
Ø Di
antara dua bilangan atau tanggal yang berarti ‘sampai dengan’ atau diantara dua
nama kota yang berarti ‘ke’, atau ‘sampai’.
Contohnya
:
·
1987−1990
·
Jakarta−Bandung
7.) Tanda Elipsis (…), digunakan untuk
menunjukkan adanya bagian-bagian kalimat yang dihilangkan. Contohnya :
Sebab-sebab
kemerosotan… akan diteliti lebih lanjut.
8.)
Tanda Tanya ( ? ), digunakan ;
Ø Pada
akhir kalimat Tanya, misalnya :
· Siapa
namamu?
· Dimana
tempat tinggalmu?
Ø Untuk
menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau kurang dapat dibuktikan
kebenarannya (dalam hal ini tanda Tanya itu diapit oleh tanda kurung).
· Ayahnya
bekerja di kantor pos (?)
· Uangnya
sebanyak 15 juta rupiah (?) hilang.
11
7.) Tanda
Seru ( ! ) digunakan sesudah kalimat, ungkapan, atau pernyataan yang berupa
seruan atau perintah, atau yang menyatakan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau
rasa emosi yang kuat. Contohnya :
· Pergi
kau !
· Merdeka
!
8.)
Tanda Kurung, digunakan ;
Ø Untuk
mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Ø Untuk
mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok
pembicaraan.
Ø Untuk
mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan, tanpa kurung
buka.
9.)
Tanda Kurung Siku( [ ] ), digunakan;
Ø Untuk
mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi, atau tambahan pada
kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menjadi isyarat
bahwa kesalahan itu memang terdapat di dalam naskah asli.
Ø Untuk
mengapit keterangan didalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
10.) Tanda
Petik ( “…” ), digunakan;
Ø Untuk
mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan naskah, atau bahan
tertulis lain. Kedua pasang tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas
baris.
Ø Untuk
mengapit istilah yang masih kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti
khusus.
Ø Untuk
mengapit judul syair, karangan, dan bab buku, apabila dipakai di dalam kalimat.
11.) Tanda
Petik Tunggal( ‘…’ ), digunakan ;
12
Ø Untuk
mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain.
Ø Untuk
mengapit terjemahan atau penjelasan kata, atau ungkapan asing.
12.)
Tanda Garis Miring ( / ), digunakan ;
Ø Dalam
penomoran kode surat.
Ø Sebagai
pengganti kata dan, atau, per, atau
nomor pada alamat.
13.)
Tanda Penyingkat, digunakan sebagai
tanda adanya penghilangan bagian kata.
14.)
Tanda Ulang, digunakan dalam tulisan
cepat, catatan rapat, atau di dalam karangan-karangan atau tulisan-tulisan yang
sifatnya tidak resmi.
13
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
ü Ejaan
(bahasa Indonesia) merupakan sebuah perjanjian antar anggota masyarakat pemakai
suatu bahasa untuk dapat menuliskan bahasanya.
ü Tanda
baca adalah tanda-tanda yang biasa digunakan dalam menulis agar kalimat-kalimat yang kita tulis dapat
dipahami oleh pembaca.
3.3
Saran
Dalam penulisan makalah ini, kami
sadar bahwa masih banyak kekurangan di dalamnya dan jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun kami harapkan dari
pembaca agar ke depannya lebih baik lagi.
14
DAFTAR
PUSTAKA
Chaer, Abdul.2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. (Jakarta: Rineka Cipta).
Mendikbud, Kep.1987. Ejaan Yang Disempurnakan. (Jakarta: Bumi Aksara).
Maulana, Rizky dan Amelia Putri. Kamus Praktis Bahasa Indonesia. (Surabaya:
Lima Bintang).
15

farly adi pratama
ردحذف